Selasa, 24 April 2012

RIM menuju RIP??

Selamat siang!

Yak, untuk mengisi waktu gua di rumah yang gak bisa ngampus gara-gara mules, gua kepikiran buat nulis ini. Kenapa? Ya soalnya topik ini bener-bener menarik. Dan gua rasa bisa bermanfaat kalo ditelusuri dan ditelaah secara mendalam. *sok serius*

Mungkin judul di atas cukup menggelitik buat para blackberry-mania. Mungkin juga ada yang nganggep, "ah sok tau lo fir" atau apalah kritikan lainnya, ya terserah sih. Di sini gua mau mengupas secara fakta, apakah blackberry itu masih bisa dianggap canggih?

Membaca artikel dari NGONOO.COM ( ini website asik yang udah gua review beberapa hari lalu ), judulnya malah lebih ekstrim lagi, "DEATH OF RIM". Beuuuh, masih banyak yang bb-mania di Indonesia kok udah dibilang mati? Ternyata disebut mati di situ karena pasarnya yang udah kalah saing jauuuuuhhhh banget sama Apple dan Android (pasar di dunia loh ya). 

Oke biar clear dulu, Blackberry, iOS, dan Android itu adalah OS-nya. Jadi kayak semacam windows atau linux di komputer gitu. Sementara pabrikan atau manufacturer nya itu, RIM (Research In Motion) yang pake blackberry, Apple yang pake iOS, sementara buat Android, karena open source jadi banyak pabrikan yang pake. Yang paling populer itu Sony (yang dulunya sony-ericsson), Samsung sama HTC (High-Tech Corp). Jadi jangan sampe salah nyebut nih, kalo ditanyain "hp lo apaan?" jawabnya bukan blackberry, tapi RIM, hehehe.

Kembali ke topik awal, blackberry masih bisa dibilang canggih gak sih? Kenapa pasarnya melorot drastis? Dari postingan di ngonoo.com tadi, ada sejarahnya RIM dari tahun ke tahun yang diambil dari MBAonline.com


Ini mohon maaf loh sebelumnya, gambarnya kecil, soalnya gambar aslinya bandwidth killer banget. Kalo mau lebih keliatan bisa open image di new tab, trus di-zoom aja.

Di situ bisa dilihat bahwa awal mula kesuksesan RIM adalah pada tahun 1999, mereka bisa bikin gadget yang bener-bener praktis buat para pekerja, terutama pelaku bisnis. Konsepnya 'data on the go' dimana kita tetep bisa terus memantau apapun seperti pasar modal, saham, dll dimanapun kita berada, plus terima e-mail secara langsung, yang tentunya menggunakan koneksi internet. Terus juga desainnya simple dengan keyboard QWERTY, makin memudahkan buat ngetik, dan itu udah bener-bener canggih pada waktu itu.

Nah pada tahun 2004, penjualan mereka meningkat drastis bahkan sampe membukukan profit $85.000.000 (banyak amat ya) dengan subscriber atau pelanggan berjumlah 1 juta. Tahun 2007 meningkat drastis sampe 10 juta subscriber, bahkan yang paling tinggi profitnya di Kanada. Di sinilah klimaksnya, dimana sebentar lagi akan muncul pesaing berat RIM. Juni 2007, perusahaan milik (alm) Steve Jobs, Apple Inc. meluncurkan gadget ( atau bisa dibilang juga handpone ) terbaru, yaitu iPhone. Kita semua tahu, iPhone ini langsung booming sejak awal muncul. Mulailah terjadi penurunan penjualan dari RIM. iPhone bisa melakukan yang blackberry lakukan, namun tidak dengan blackberry.

(alm) Steve Jobs dengan iPhone-nya

2008, tambah lagi pesaing yang meramaikan. Google tentunya gak mau ketinggalan dong. Akhirnya muncullah handphone ber-OS android pertama, HTC dream. HTC dream menggunakan OS Android pertama, yaitu Android 1.5 Cupcake, dan diluncurkan pada 22 Oktober 2008. Oh iya karena Android ini berbasis linux, dia sifatnya open source. Artinya siapapun bisa dan boleh mengembangkan OS yang diluncurkan google itu.



RIM meradang, para fans-nya pun menuntut gadget baru yang bisa menyaingi iOS dan Android. Akhirnya muncul Blackberry Storm, dengan OS blackberry yang masih sama, OS 5. Namun seperti yang diprediksi, tetep storm ini gak bisa ngalahin dominasi smartphone dari Apple dan Android. Strom terjual 1 juta unit selama setahun, sementara iPhone cuman butuh waktu 3 bulan buat ngabisin 1 juta stok. Di tahun-tahun selanjutnya sampe tahun ini, penjualan RIM terus menurun. Bahkan sekarang, tahun 2012, nilai sahamnya yang berharga $150 per share turun drastis banget jadi cuman sepersepuluhnya, $15 per share.

Di sektor tablet, yang baru ngetren akhir-akhir ini pun RIM mencoba peruntungan dengan meluncurkan Blackberry Playbook. Tapi lagi-lagi RIM harus gigit jari ngeliat produknya kalah saing dibanding Apple iPad ataupun tablet Android keluaran Samsung dan lain-lain.


Kenapa bisa kalah sama Apple dan Android?


Well, banyak faktor yang menyababkan anjloknya prestasi RIM ini. Mungkin kita bisa bahas sambil membandingkan ketiga macam smartphone ini. Mungkin bisa diliat juga postingan di NGONOO.COM tentang komparasi Apple dan Android.


perbandingan Blackberry - HTC (Android) - iPhone

Desain
Pada awalnya desain dari smartphone RIM ini memang didesain untuk memudahkan dalam pekerjaan, khususnya yang membutuhkan pengetikan. Namun sekarang desain ini menjadi blunder bagi RIM itu sendiri. Disaat handset lain sudah berdesain touchscreen, RIM masih bertahan dengan batangan ber-QWERTY. Dari blackberry yang pertama kali keluar sampe blackberry Dakota yang terbaru, base nya sama, batangan ber-QWERTY.


desain blackberry keluarga BOLD, gak jauh beda kan?

Oke, emang ada beberapa desain yang flip atau slide tapi tetep gak ninggalin QWERTY nya. Ada juga sih yang full touchscreen, tapi tetep desainnya itu-itu aja. Coba kita bandingin deh sama HTC, atau Samsung. Kalo menurut gua pabrikan yang paling oke dalam hal desain sekarang itu HTC. Desainnya ada yang unik, ada yang futuristik, dan gak itu-itu aja. Sementara iPhone sama kayak blackberry, desainnya dari generasi pertama sampe yang 4s gak jauh beda.

Pengembangan Teknologi dan Developing
Di sini RIM kalah telak dari Android dan iPhone. Pengembangan teknologi RIM gak kayak Android sama iPhone. Dari dulu keunggulan utama RIM Blackberry Messenger (BBM) itu aja yang di update. Sisanya, gak jauh beda antara blackberry terbaru sama yang jadul. Paling bedanya di user interface, kecepatan OS, 3G, sama gedenya pixel kamera. Sementara Android dari Cupcake 1.5 sampe yang terbaru Honeycomb 3.2 (sebenernya udah ada Ice Cream Sandwich 4.0, cuman gua blom pernah nyoba hehehe) selalu ada perbedaan di tiap pembaruannya. Misalnya, fitur App2SD yang berfungsi nyimpen aplikasi di memory card, voice command, sampe video call. Dan iPhone juga berkembang dibandingkan yang lama. Fitur unggulan yang terbaru adalah Siri, yang bisa kita ajak ngobrol, bisa kita tanya-tanyain, pokoknya itu handphone udah kayak jadi temen kita deh.

Kalo developingnya, android yang paling juara. Karena open source, banyak orang yang bikin ROM ( OS di gadget android ) sendiri, istilahnya cooking ROM. Misalnya HTC Hero nih, paling mentok dari pabrikan ngeluarin update sampe Eclair 2.1 doang. Tapi para cooker itu bisa bikin ROM buat HTC Hero yang basisnya Gingerbread. Meskipun agak terkesan dipaksa karena hardwarenya juga gak kuat, tapi lumayan buat Hero user yang pengen nyicipin Gingerbread a.k.a roti jahe itu. Bahkan user interface nya pun juga bisa jadi beragam, gak melulu persis sama dari pabrikan. Bisa dimodif sesuka hati gitulah. Kalo iPhone sama RIM karena gak open source, jadi yang ngembangin ya tim developer dari pabrikannya aja. Tampilannya ya begitu, updatenya ya begitu, sesuai dari pabrikan deh pokoknya.

Harga
Nah ini nih yang paling krusial apalagi buat mahasiswa. Dari segi harga, iPhone lah yang paling tinggi. iPhone tuh eksklusif gitu loh. Macbook aja harganya super wah. Tapi desainnya yang keren itu dapet lah sama gengsinya juga. Sementara blackberry sama android, kalo orang jawa bilang unda-undi. Gak jauh beda harganya.


Dari ulasan di atas, RIM emang udah gak bisa memenuhi keinginan para pelanggannya yang menuntut supaya gadget mereka lebih canggih daripada Android dan iPhone. Dan yang paling bagus dan berkembang adalah Android. Apapun merknya, HTC, Samsung, Sony,  dll bisa mengalahkan Blackberry dan menyaingi iPhone. BBM dan push mail gak cukup buat Blackberry sekarang menyandang status 'canggih'. Android dan iPhone bisa melakukan lebih dari itu, dan bener kata MBAonline.com kalo blackberry gak ada inovasi dan perkembangan, maka gak lama lagi akan berubah, dari RIM menjadi RIP, hehehe...


Biarpun begitu, Indonesia masih tetep jadi pasar terbesar blackberry. Bahkan negara kita disebut sebagai 'Blackberry Nation'. 46% bro, pengguna smartphone di Indonesia pakenya blackberry. Hampir setengahnya kan! Sisanya persentase itu juga dibagi lagi sama Android, Apple, Windows Phone, dll. Masih inget antrian orang yang beli Blackberry Bellagio di Pacific Place Jakarta dan berakhir ricuh? Mengutip dari artikel tentang ini di NGONOO.COM

Bahkan pada tahun 2007-2008 perkembangan pasar BlackBerry mencapai angka tertinggi yaitu 250% ( Kompas )

Peningkatan 250% itu angka yang drastis. Dari hal itu gak heran kalo Indonesia disebut negara blackberry. Sementara diluar negeri kebanyakan meninggalkan blackberry karena pertimbangan hal-hal di atas. Di postingan itu juga ada video tentang orang asing yang mengulas kenapa Indonesia bisa jadi 'Blackbery Nation' dengan ngeliat di suatu restoran di Indonesia, 42 dari 52 smartphone adalah blackberry. Penasaran? Liat aja sendiri videonya di situ, hehe

kejadian di  pacific place beberapa waktu lalu



Itu aja sih pendapat gua, mudah-mudahan bermanfaat. Kalo ada yang gak setuju atau ada hal-hal yang ingin dikomentari bisa kita diskusikan di comment di bawah :D

terima kasih!

2 komentar:

  1. Tak kenal maka tak sayang. Satu pertanyaan jujur saja, apakah anda pernah memakai Android (high end gadget) ato IPhone 4S?

    BalasHapus
  2. android high-end yg pernah saya pakai adalah htc hero, ketika 2009 itu termasuk high-end dan digadangkan sebagai iphone killer. kalau sekarang saya pakai yg cenderung biasa, lenovo p700i. iphone saya pribadi belum pernah punya tapi sering pakai pinjam teman. memang ada plus minusnya dari 2 platform ini

    BalasHapus