Minggu, 19 September 2010

Road to the ‘Kampung Halaman’





Tahun ini, seperti tahun yang sebelumnya kami sekeluarga melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman ayah di Malang, Jawa Timur. Kami berangkat pada hari kedua lebaran, setelah hari pertama bersilaturahim di rumah eyang dari ibu, di depok, di dekat rumah kami. Menurut rencana, rute kami pun sama dengan tahun lalu, tetapi mobil yang kami gunakan pada mudik tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Kalau tahun lalu kita menggunakan Toyota Kijang LGX diesel keluaran tahun 2002, tahun ini kita menggunakan Toyota Kijang Innova Diesel yang baru keluar showroom april 2010. Rencananya mau ngetes performa D-4D juga, hehe.....

Pagi-pagi tanggal 11 September 2010, perjalanan dimulai. Rencana kita mau berhenti di Solo seperti biasa, menginap satu malam di Solo, lalu besoknya lanjut ke Malang. Dengan rute yang biasa kita lewati, yaitu Subang – Cikamurang – Kadipaten, pas jam 12.00 kita udah lewat tol Palikanci. Cepet kan? Tapi rencana kita buyar gara-gara macet di Salatiga. Seharusnya Setelah Salatiga kita lewat Boyolali, lalu sampai di Solo. Akhirnya karena macet itu, kita putar haluan, nggak jadi menginap di Solo, tapi lanjut ke Sragen melalui jalan yang gelap dan sepi (emang jalur alternatif sih, dan itu udah malam sekitar jam 21.00). Karena gelap dan sepi, ayah nyetirnya agak ngebut, biar cepet sampai. Untung headlamp Innova cukup besar, jadi kegelapan bisa cukup teratasi. (kalo fortuner bakal lebih gede tuh headlamp nya)

Ayah hampir nyetir nonstop, sampai akhirnya beliau ngantuk dan memutuskan berhenti di pom bensin di daerah Karanggede, sebelum Sragen. Istirahat lumayan lama disitu, jam 02.30 pagi kita jalan lagi. Sampai sekitar jam 04.00 kita berhenti cari masjid untuk sholat subuh di daerah Gemolong, masih sebelum Sragen. Setelah sholat subuh dan istirahat sebentar, kita jalan lagi tapi kali ini lewat jalur besar, Ngawi – Nganjuk – Jombang – Mojokerto – Porong – Pasuruan – Malang. Alhamdulillah kira-kira jam 17.00 kita udah sampai di Malang, di rumah keluarga ayah yang sekarang jadi Guest House. Tepatnya Fendi’s Guest House, Jalan Kawi no. 48 - Malang. Disana ketemu sodara-sodara, pakde, bude, dan teman-teman ayah waktu masih sekolah di Malang dulu. Di Malang kita menetap sekitar 5 hari 4 malam dari hari minggu sampai kamis. Banyak kegiatan, dari mulai silaturahim sampai wisata kuliner. (malang memang kaya akan kuliner, tanya saja Pak Bondan, hehe)

Kamis pagi, kita rencananya mau ke bromo. Tapi ternyata menurut info hotel disana penuh, dan cuaca juga mendung. Akhirnya nggak jadi ke bromo, malah ke Suramadu. Nyebrang ke Madura, disana jalan-jalan di pinggir tol tapi nggak ke kota nya, langsung muter lagi ke Surabaya. Dan dari Surabaya kita joss Pantura, lewat Gresik – Lamongan – Tuban. Hanya semalam berhenti di Tuban, Jum’at pagi lanjut ke Semarang. Rencananya sih mau sholat Jum’at di Masjid Agung Jawa Tengah di Semarang, tapi baru sampai Kudus sudah masuk waktu zuhur, jadi terpaksa sholat Jum’at di Kudus. Tapi tetep dapet sholat di Masjid Agung Jawa Tengah, sholat ashar. Dan lanjut lagi untuk singgah di pekalongan.

Sabtu pagi, memasuki bagian terakhir perjalanan kita. Dari pekalongan menuju Jakarta lewat Pantura, tapi menghindari Indramayu seperti rute berangkat yang melalui Subang. Dan Alhamdulillah tepat waktu maghrib kita sampai di Depok.

Well, perjalanan ini benar-benar menyenangkan. Di jalan kita nggak terlalu lelah karena mobil kita dilepas jok tengahnya biar bisa buat tiduran seperti waktu di Kijang LGX tahun lalu. Tapi mudik menggunakan Innova jauh lebih nyaman daripada kijang LGX diesel dulu, karena mesin diesel Innova yang baru beda dengan diesel LGX yang lama. Minim getaran, tidak seperti mobil diesel biasa, tapi tetap bisa minum biosolar. Dan performa mesinnya mantap, baik untuk nyalip truk di Pantura maupun melibas tanjakan. Dan dari hasil pengukuran, Fuel Consumption Innova diesel D-4D 2.500cc rata-rata sekitar 1:13 km. Irit dibandingkan diesel LGX yang tahun lalu sekitar 1:11 km. Secara keseluruhan kita puas dengan performa Innova diesel baru. Recommended lah buat mobil keluarga..!

n.b tambahan beberapa foto ada disini

Senin, 06 September 2010

Kontroversi Wakil Rakyat


Akhir-akhir ini media ramai membicarakan rencana pembangunan gedung DPR yang baru. Oke, DPR ini memang sering membuat kontroversi. Mulai dari anggota nya yang berbuat asusila, yang sering bolos, sampai yang bertengkar disaat rapat. Dan sekarang mereka berencana membangun gedung parlemen baru yang menelan biaya 1 trilyun lebih.

Mungkin ada beberapa alasan DPR membangun gedung baru, salah satunya karena yang lama udah ga cukup untuk menampung para anggota dan staff ahli. Tetapi tidak sepantasnya juga mereka bikin rancangan gedung parlemen yang mewah dikala kondisi masyarakat sedang susah. Menurut kabar yang belum dikonfirmasi kebenarannya nanti bakal ada kolam renang dan fitness centre di gedung baru ini. Kalau itu jelas sudah melampaui batas, wong dengan fasilitas yang ada sekarang aja banyak yang malas, gimana nanti?

Tapi dengan kontroversi DPR ini, kita juga ga boleh men-judge semua anggota DPR seperti itu. Karena masih banyak juga anggota dewan yang bekerja secara professional. Kalo mereka ikut dikritik, dihujat dan dicaci maki, mereka jadi terekan juga, dan menghambat proses kerja mereka. Jadi kita sebagai masyarakat juga jangan melulu mencaci lah, kita cari solusi yang terbaik untuk kemajuan bersama. Peace all!!

Jumat, 26 Maret 2010

Matikan Lampu, Nyalakan Masa Depan



Sebelumnya, mohon maaf karena gua jarang update blog. Penyebab utamanya adalah microblog yang membuat gua ketagihan (http://twitter.com). Tapi sekarang mau mulai aktif lagi nulis blog...

Tema kali ini adalah Earth Hour (lagi). Kenapa lagi? Dulu waktu Earth Hour 2009 udah pernah gua posting berkaitan dengan energi yang bisa dihemat dengan acara ini. Hematnya bisa sampai 300 megawatt (ngga pake 'i') dan itu cukup buat menerangi 900 desa. Di Earth Hour 2010 ini, pemerintah daerah udah menunjukkan partisipasi masing-masing. Menurut akun twitter Earth Hour Indonesia, pemerintah kota Jakarta dan pemerintah daerah Bali akan turut berpartisipasi. Berikut kutipan tweet dari EHindonesia

Hotel Le Meridien Jkt turut serta dalam Earth Hour 2010. Keep 'em coming! :) http://cot.ag/alF7jx #EHindonesia
7:00 PM Mar 25th via CoTweet

Titik-titik pemadaman Earth Hour: Aston Denpasar, Hard Rock Cafe Bali, Tugu Jogja, Gd. Sate Bandung, Jl. Dago. We want more!
about 3 hours ago via CoTweet


Nah dengan dukungan dari pemerintah ini, kita sebagai masyarakat sudah sepantasnya turut serta berpartisipasi dalam acara ini. Biasanya dari masyarakat muncul anggapan bahwa hal ini tidak terlalu berpengaruh. Padahal pengaruhnya jelas sangat besar.

Contoh, dalam satu rumah seluas 300 M2, ada 4 kamar tidur, 1 ruang keluarga, dan 1 ruang makan. Sehari-harinya anggota keluarga tersebut berada di dalam kamar masing-masing, sehingga 4 kamar itu lampu dan AC nya menyala. Nah coba saat earth hour, semua anggota keluarga berkumpul di ruang tengah, cukup menyalakan 1 lampu dan 1 AC. Jadi yang biasanya beban listrik 5 lampu dan 5 AC bisa dihemat. Misalkan lampu 20 watt dikali 4 sama dengan 80 watt, dan AC 500 watt dikali 4 sama dengan 2000 watt. Berarti satu rumah bisa hemat sekitar 2080 watt. Belum lagi kalau AC di ruang tengah dimatikan, jadi hanya 1 lampu yang menyala, jadi lebih hemat lagi.

Biasanya kalo di rumah gua seperti itu, pas earth hour hanya lampu ruang keluarga sama router yang dinyalakan. Jadi kegiatan terpusat di ruang tengah. masih bisa baca buku, masih bisa online pake laptop, dan masih banyak kegiatan lainnya.

Maka dari itu, dengan tulisan ini gua mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia, wabil khusus warga SMAIT Nurul Fikri yang baca tulisan ini untuk mendukung Earth Hour.