Jumat, 27 April 2012
Petualangan mencari jalan
Pokoknya gua mau cerita pengalaman tadi pagi di perjalanan menuju kampus...
Alkisah gua kesiangan bangun, dan baru jalan dari rumah jam 07.50, padahal masuk kelas jam 08.00. Langsung cabut lah naik motor. Berhubung pocin pasti rame, dan buat masuk ke jalan UI yang kecil itu pasti rebutan, maka gua putuskan buat 'mencari' jalan baru menuju UI. Dengan modal sok tau, gua belok kiri pas di pertigaan jalan juanda. Trus gua lurusss terus mengikuti insting (halah) sampe nyebrang rel, nah pas gua nengok kanan ada gerbang kecil warna kuning gitu.
YESSS GUA DAPET NIH JALAN BARU
Langsung gua belok kanan masuk ke jalan itu. Dari jauh sih keliatan tanah2 gitu, tapi berhubung jam makin mepet gua hajar aja tuh jalan, berasa offroad dah hahaha.
Disinilah masalah mulai terjadi. Berkali-kali ban motor gua slip dan kepeleset di jalan tanah2 itu. Jalanannya licin banget, sampe berkali-kali gua hapir jatoh. Mana itu jalan sepi banget lagi. Setelah menempuh perjuangan akhirnya gua berhasil nongol di deket FIK. Alhamdulillah masuk juga...
Besok2 gak lagi2 ah lewat situ. Lebih cepet sih emang, tapi jalannya ekstrim -___-
Selasa, 24 April 2012
RIM menuju RIP??
Di situ bisa dilihat bahwa awal mula kesuksesan RIM adalah pada tahun 1999, mereka bisa bikin gadget yang bener-bener praktis buat para pekerja, terutama pelaku bisnis. Konsepnya 'data on the go' dimana kita tetep bisa terus memantau apapun seperti pasar modal, saham, dll dimanapun kita berada, plus terima e-mail secara langsung, yang tentunya menggunakan koneksi internet. Terus juga desainnya simple dengan keyboard QWERTY, makin memudahkan buat ngetik, dan itu udah bener-bener canggih pada waktu itu.
Nah pada tahun 2004, penjualan mereka meningkat drastis bahkan sampe membukukan profit $85.000.000 (banyak amat ya) dengan subscriber atau pelanggan berjumlah 1 juta. Tahun 2007 meningkat drastis sampe 10 juta subscriber, bahkan yang paling tinggi profitnya di Kanada. Di sinilah klimaksnya, dimana sebentar lagi akan muncul pesaing berat RIM. Juni 2007, perusahaan milik (alm) Steve Jobs, Apple Inc. meluncurkan gadget ( atau bisa dibilang juga handpone ) terbaru, yaitu iPhone. Kita semua tahu, iPhone ini langsung booming sejak awal muncul. Mulailah terjadi penurunan penjualan dari RIM. iPhone bisa melakukan yang blackberry lakukan, namun tidak dengan blackberry.
2008, tambah lagi pesaing yang meramaikan. Google tentunya gak mau ketinggalan dong. Akhirnya muncullah handphone ber-OS android pertama, HTC dream. HTC dream menggunakan OS Android pertama, yaitu Android 1.5 Cupcake, dan diluncurkan pada 22 Oktober 2008. Oh iya karena Android ini berbasis linux, dia sifatnya open source. Artinya siapapun bisa dan boleh mengembangkan OS yang diluncurkan google itu.
RIM meradang, para fans-nya pun menuntut gadget baru yang bisa menyaingi iOS dan Android. Akhirnya muncul Blackberry Storm, dengan OS blackberry yang masih sama, OS 5. Namun seperti yang diprediksi, tetep storm ini gak bisa ngalahin dominasi smartphone dari Apple dan Android. Strom terjual 1 juta unit selama setahun, sementara iPhone cuman butuh waktu 3 bulan buat ngabisin 1 juta stok. Di tahun-tahun selanjutnya sampe tahun ini, penjualan RIM terus menurun. Bahkan sekarang, tahun 2012, nilai sahamnya yang berharga $150 per share turun drastis banget jadi cuman sepersepuluhnya, $15 per share.
Di sektor tablet, yang baru ngetren akhir-akhir ini pun RIM mencoba peruntungan dengan meluncurkan Blackberry Playbook. Tapi lagi-lagi RIM harus gigit jari ngeliat produknya kalah saing dibanding Apple iPad ataupun tablet Android keluaran Samsung dan lain-lain.
Kenapa bisa kalah sama Apple dan Android?
Well, banyak faktor yang menyababkan anjloknya prestasi RIM ini. Mungkin kita bisa bahas sambil membandingkan ketiga macam smartphone ini. Mungkin bisa diliat juga postingan di NGONOO.COM tentang komparasi Apple dan Android.
Pada awalnya desain dari smartphone RIM ini memang didesain untuk memudahkan dalam pekerjaan, khususnya yang membutuhkan pengetikan. Namun sekarang desain ini menjadi blunder bagi RIM itu sendiri. Disaat handset lain sudah berdesain touchscreen, RIM masih bertahan dengan batangan ber-QWERTY. Dari blackberry yang pertama kali keluar sampe blackberry Dakota yang terbaru, base nya sama, batangan ber-QWERTY.
Oke, emang ada beberapa desain yang flip atau slide tapi tetep gak ninggalin QWERTY nya. Ada juga sih yang full touchscreen, tapi tetep desainnya itu-itu aja. Coba kita bandingin deh sama HTC, atau Samsung. Kalo menurut gua pabrikan yang paling oke dalam hal desain sekarang itu HTC. Desainnya ada yang unik, ada yang futuristik, dan gak itu-itu aja. Sementara iPhone sama kayak blackberry, desainnya dari generasi pertama sampe yang 4s gak jauh beda.
Pengembangan Teknologi dan Developing
Di sini RIM kalah telak dari Android dan iPhone. Pengembangan teknologi RIM gak kayak Android sama iPhone. Dari dulu keunggulan utama RIM Blackberry Messenger (BBM) itu aja yang di update. Sisanya, gak jauh beda antara blackberry terbaru sama yang jadul. Paling bedanya di user interface, kecepatan OS, 3G, sama gedenya pixel kamera. Sementara Android dari Cupcake 1.5 sampe yang terbaru Honeycomb 3.2 (sebenernya udah ada Ice Cream Sandwich 4.0, cuman gua blom pernah nyoba hehehe) selalu ada perbedaan di tiap pembaruannya. Misalnya, fitur App2SD yang berfungsi nyimpen aplikasi di memory card, voice command, sampe video call. Dan iPhone juga berkembang dibandingkan yang lama. Fitur unggulan yang terbaru adalah Siri, yang bisa kita ajak ngobrol, bisa kita tanya-tanyain, pokoknya itu handphone udah kayak jadi temen kita deh.
Kalo developingnya, android yang paling juara. Karena open source, banyak orang yang bikin ROM ( OS di gadget android ) sendiri, istilahnya cooking ROM. Misalnya HTC Hero nih, paling mentok dari pabrikan ngeluarin update sampe Eclair 2.1 doang. Tapi para cooker itu bisa bikin ROM buat HTC Hero yang basisnya Gingerbread. Meskipun agak terkesan dipaksa karena hardwarenya juga gak kuat, tapi lumayan buat Hero user yang pengen nyicipin Gingerbread a.k.a roti jahe itu. Bahkan user interface nya pun juga bisa jadi beragam, gak melulu persis sama dari pabrikan. Bisa dimodif sesuka hati gitulah. Kalo iPhone sama RIM karena gak open source, jadi yang ngembangin ya tim developer dari pabrikannya aja. Tampilannya ya begitu, updatenya ya begitu, sesuai dari pabrikan deh pokoknya.
Harga
Nah ini nih yang paling krusial
Dari ulasan di atas, RIM emang udah gak bisa memenuhi keinginan para pelanggannya yang menuntut supaya gadget mereka lebih canggih daripada Android dan iPhone. Dan yang paling bagus dan berkembang adalah Android. Apapun merknya, HTC, Samsung, Sony, dll bisa mengalahkan Blackberry dan menyaingi iPhone. BBM dan push mail gak cukup buat Blackberry sekarang menyandang status 'canggih'. Android dan iPhone bisa melakukan lebih dari itu, dan bener kata MBAonline.com kalo blackberry gak ada inovasi dan perkembangan, maka gak lama lagi akan berubah, dari RIM menjadi RIP, hehehe...
Biarpun begitu, Indonesia masih tetep jadi pasar terbesar blackberry. Bahkan negara kita disebut sebagai 'Blackberry Nation'. 46% bro, pengguna smartphone di Indonesia pakenya blackberry. Hampir setengahnya kan! Sisanya persentase itu juga dibagi lagi sama Android, Apple, Windows Phone, dll. Masih inget antrian orang yang beli Blackberry Bellagio di Pacific Place Jakarta dan berakhir ricuh? Mengutip dari artikel tentang ini di NGONOO.COM
Itu aja sih pendapat gua, mudah-mudahan bermanfaat. Kalo ada yang gak setuju atau ada hal-hal yang ingin dikomentari bisa kita diskusikan di comment di bawah :D
terima kasih!
Kamis, 12 April 2012
Kuliah? Ternyata kayak gini ya?
Sabtu, 31 Maret 2012
belum ada judul
Sabtu, 29 Oktober 2011
udah lama ga posting
Minggu, 19 September 2010
Road to the ‘Kampung Halaman’

Tahun ini, seperti tahun yang sebelumnya kami sekeluarga melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman ayah di Malang, Jawa Timur. Kami berangkat pada hari kedua lebaran, setelah hari pertama bersilaturahim di rumah eyang dari ibu, di depok, di dekat rumah kami. Menurut rencana, rute kami pun sama dengan tahun lalu, tetapi mobil yang kami gunakan pada mudik tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Kalau tahun lalu kita menggunakan Toyota Kijang LGX diesel keluaran tahun 2002, tahun ini kita menggunakan Toyota Kijang Innova Diesel yang baru keluar showroom april 2010. Rencananya mau ngetes performa D-4D juga, hehe.....

Pagi-pagi tanggal 11 September 2010, perjalanan dimulai. Rencana kita mau berhenti di Solo seperti biasa, menginap satu malam di Solo, lalu besoknya lanjut ke Malang. Dengan rute yang biasa kita lewati, yaitu Subang – Cikamurang – Kadipaten, pas jam 12.00 kita udah lewat tol Palikanci. Cepet kan? Tapi rencana kita buyar gara-gara macet di Salatiga. Seharusnya Setelah Salatiga kita lewat Boyolali, lalu sampai di Solo. Akhirnya karena macet itu, kita putar haluan, nggak jadi menginap di Solo, tapi lanjut ke Sragen melalui jalan yang gelap dan sepi (emang jalur alternatif sih, dan itu udah malam sekitar jam 21.00). Karena gelap dan sepi, ayah nyetirnya agak ngebut, biar cepet sampai. Untung headlamp Innova cukup besar, jadi kegelapan bisa cukup teratasi. (kalo fortuner bakal lebih gede tuh headlamp nya)

Ayah hampir nyetir nonstop, sampai akhirnya beliau ngantuk dan memutuskan berhenti di pom bensin di daerah Karanggede, sebelum Sragen. Istirahat lumayan lama disitu, jam 02.30 pagi kita jalan lagi. Sampai sekitar jam 04.00 kita berhenti cari masjid untuk sholat subuh di daerah Gemolong, masih sebelum Sragen. Setelah sholat subuh dan istirahat sebentar, kita jalan lagi tapi kali ini lewat jalur besar, Ngawi – Nganjuk – Jombang – Mojokerto – Porong – Pasuruan – Malang. Alhamdulillah kira-kira jam 17.00 kita udah sampai di Malang, di rumah keluarga ayah yang sekarang jadi Guest House. Tepatnya Fendi’s Guest House, Jalan Kawi no. 48 - Malang. Disana ketemu sodara-sodara, pakde, bude, dan teman-teman ayah waktu masih sekolah di Malang dulu. Di Malang kita menetap sekitar 5 hari 4 malam dari hari minggu sampai kamis. Banyak kegiatan, dari mulai silaturahim sampai wisata kuliner. (malang memang kaya akan kuliner, tanya saja Pak Bondan, hehe)

Kamis pagi, kita rencananya mau ke bromo. Tapi ternyata menurut info hotel disana penuh, dan cuaca juga mendung. Akhirnya nggak jadi ke bromo, malah ke Suramadu. Nyebrang ke Madura, disana jalan-jalan di pinggir tol tapi nggak ke kota nya, langsung muter lagi ke Surabaya. Dan dari Surabaya kita joss Pantura, lewat Gresik – Lamongan – Tuban. Hanya semalam berhenti di Tuban, Jum’at pagi lanjut ke Semarang. Rencananya sih mau sholat Jum’at di Masjid Agung Jawa Tengah di Semarang, tapi baru sampai Kudus sudah masuk waktu zuhur, jadi terpaksa sholat Jum’at di Kudus. Tapi tetep dapet sholat di Masjid Agung Jawa Tengah, sholat ashar. Dan lanjut lagi untuk singgah di pekalongan.
Sabtu pagi, memasuki bagian terakhir perjalanan kita. Dari pekalongan menuju Jakarta lewat Pantura, tapi menghindari Indramayu seperti rute berangkat yang melalui Subang. Dan Alhamdulillah tepat waktu maghrib kita sampai di Depok.
Well, perjalanan ini benar-benar menyenangkan. Di jalan kita nggak terlalu lelah karena mobil kita dilepas jok tengahnya biar bisa buat tiduran seperti waktu di Kijang LGX tahun lalu. Tapi mudik menggunakan Innova jauh lebih nyaman daripada kijang LGX diesel dulu, karena mesin diesel Innova yang baru beda dengan diesel LGX yang lama. Minim getaran, tidak seperti mobil diesel biasa, tapi tetap bisa minum biosolar. Dan performa mesinnya mantap, baik untuk nyalip truk di Pantura maupun melibas tanjakan. Dan dari hasil pengukuran, Fuel Consumption Innova diesel D-4D 2.500cc rata-rata sekitar 1:13 km. Irit dibandingkan diesel LGX yang tahun lalu sekitar 1:11 km. Secara keseluruhan kita puas dengan performa Innova diesel baru. Recommended lah buat mobil keluarga..!
n.b tambahan beberapa foto ada disini
Senin, 06 September 2010
Kontroversi Wakil Rakyat
Akhir-akhir ini media ramai membicarakan rencana pembangunan gedung DPR yang baru. Oke, DPR ini memang sering membuat kontroversi. Mulai dari anggota nya yang berbuat asusila, yang sering bolos, sampai yang bertengkar disaat rapat. Dan sekarang mereka berencana membangun gedung parlemen baru yang menelan biaya 1 trilyun lebih.
Mungkin ada beberapa alasan DPR membangun gedung baru, salah satunya karena yang lama udah ga cukup untuk menampung para anggota dan staff ahli. Tetapi tidak sepantasnya juga mereka bikin rancangan gedung parlemen yang mewah dikala kondisi masyarakat sedang susah. Menurut kabar yang belum dikonfirmasi kebenarannya nanti bakal ada kolam renang dan fitness centre di gedung baru ini. Kalau itu jelas sudah melampaui batas, wong dengan fasilitas yang ada sekarang aja banyak yang malas, gimana nanti?
Tapi dengan kontroversi DPR ini, kita juga ga boleh men-judge semua anggota DPR seperti itu. Karena masih banyak juga anggota dewan yang bekerja secara professional. Kalo mereka ikut dikritik, dihujat dan dicaci maki, mereka jadi terekan juga, dan menghambat proses kerja mereka. Jadi kita sebagai masyarakat juga jangan melulu mencaci lah, kita cari solusi yang terbaik untuk kemajuan bersama. Peace all!!
