Sabtu, 29 Oktober 2011
udah lama ga posting
Minggu, 19 September 2010
Road to the ‘Kampung Halaman’

Tahun ini, seperti tahun yang sebelumnya kami sekeluarga melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman ayah di Malang, Jawa Timur. Kami berangkat pada hari kedua lebaran, setelah hari pertama bersilaturahim di rumah eyang dari ibu, di depok, di dekat rumah kami. Menurut rencana, rute kami pun sama dengan tahun lalu, tetapi mobil yang kami gunakan pada mudik tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Kalau tahun lalu kita menggunakan Toyota Kijang LGX diesel keluaran tahun 2002, tahun ini kita menggunakan Toyota Kijang Innova Diesel yang baru keluar showroom april 2010. Rencananya mau ngetes performa D-4D juga, hehe.....

Pagi-pagi tanggal 11 September 2010, perjalanan dimulai. Rencana kita mau berhenti di Solo seperti biasa, menginap satu malam di Solo, lalu besoknya lanjut ke Malang. Dengan rute yang biasa kita lewati, yaitu Subang – Cikamurang – Kadipaten, pas jam 12.00 kita udah lewat tol Palikanci. Cepet kan? Tapi rencana kita buyar gara-gara macet di Salatiga. Seharusnya Setelah Salatiga kita lewat Boyolali, lalu sampai di Solo. Akhirnya karena macet itu, kita putar haluan, nggak jadi menginap di Solo, tapi lanjut ke Sragen melalui jalan yang gelap dan sepi (emang jalur alternatif sih, dan itu udah malam sekitar jam 21.00). Karena gelap dan sepi, ayah nyetirnya agak ngebut, biar cepet sampai. Untung headlamp Innova cukup besar, jadi kegelapan bisa cukup teratasi. (kalo fortuner bakal lebih gede tuh headlamp nya)

Ayah hampir nyetir nonstop, sampai akhirnya beliau ngantuk dan memutuskan berhenti di pom bensin di daerah Karanggede, sebelum Sragen. Istirahat lumayan lama disitu, jam 02.30 pagi kita jalan lagi. Sampai sekitar jam 04.00 kita berhenti cari masjid untuk sholat subuh di daerah Gemolong, masih sebelum Sragen. Setelah sholat subuh dan istirahat sebentar, kita jalan lagi tapi kali ini lewat jalur besar, Ngawi – Nganjuk – Jombang – Mojokerto – Porong – Pasuruan – Malang. Alhamdulillah kira-kira jam 17.00 kita udah sampai di Malang, di rumah keluarga ayah yang sekarang jadi Guest House. Tepatnya Fendi’s Guest House, Jalan Kawi no. 48 - Malang. Disana ketemu sodara-sodara, pakde, bude, dan teman-teman ayah waktu masih sekolah di Malang dulu. Di Malang kita menetap sekitar 5 hari 4 malam dari hari minggu sampai kamis. Banyak kegiatan, dari mulai silaturahim sampai wisata kuliner. (malang memang kaya akan kuliner, tanya saja Pak Bondan, hehe)

Kamis pagi, kita rencananya mau ke bromo. Tapi ternyata menurut info hotel disana penuh, dan cuaca juga mendung. Akhirnya nggak jadi ke bromo, malah ke Suramadu. Nyebrang ke Madura, disana jalan-jalan di pinggir tol tapi nggak ke kota nya, langsung muter lagi ke Surabaya. Dan dari Surabaya kita joss Pantura, lewat Gresik – Lamongan – Tuban. Hanya semalam berhenti di Tuban, Jum’at pagi lanjut ke Semarang. Rencananya sih mau sholat Jum’at di Masjid Agung Jawa Tengah di Semarang, tapi baru sampai Kudus sudah masuk waktu zuhur, jadi terpaksa sholat Jum’at di Kudus. Tapi tetep dapet sholat di Masjid Agung Jawa Tengah, sholat ashar. Dan lanjut lagi untuk singgah di pekalongan.
Sabtu pagi, memasuki bagian terakhir perjalanan kita. Dari pekalongan menuju Jakarta lewat Pantura, tapi menghindari Indramayu seperti rute berangkat yang melalui Subang. Dan Alhamdulillah tepat waktu maghrib kita sampai di Depok.
Well, perjalanan ini benar-benar menyenangkan. Di jalan kita nggak terlalu lelah karena mobil kita dilepas jok tengahnya biar bisa buat tiduran seperti waktu di Kijang LGX tahun lalu. Tapi mudik menggunakan Innova jauh lebih nyaman daripada kijang LGX diesel dulu, karena mesin diesel Innova yang baru beda dengan diesel LGX yang lama. Minim getaran, tidak seperti mobil diesel biasa, tapi tetap bisa minum biosolar. Dan performa mesinnya mantap, baik untuk nyalip truk di Pantura maupun melibas tanjakan. Dan dari hasil pengukuran, Fuel Consumption Innova diesel D-4D 2.500cc rata-rata sekitar 1:13 km. Irit dibandingkan diesel LGX yang tahun lalu sekitar 1:11 km. Secara keseluruhan kita puas dengan performa Innova diesel baru. Recommended lah buat mobil keluarga..!
n.b tambahan beberapa foto ada disini
Senin, 06 September 2010
Kontroversi Wakil Rakyat
Akhir-akhir ini media ramai membicarakan rencana pembangunan gedung DPR yang baru. Oke, DPR ini memang sering membuat kontroversi. Mulai dari anggota nya yang berbuat asusila, yang sering bolos, sampai yang bertengkar disaat rapat. Dan sekarang mereka berencana membangun gedung parlemen baru yang menelan biaya 1 trilyun lebih.
Mungkin ada beberapa alasan DPR membangun gedung baru, salah satunya karena yang lama udah ga cukup untuk menampung para anggota dan staff ahli. Tetapi tidak sepantasnya juga mereka bikin rancangan gedung parlemen yang mewah dikala kondisi masyarakat sedang susah. Menurut kabar yang belum dikonfirmasi kebenarannya nanti bakal ada kolam renang dan fitness centre di gedung baru ini. Kalau itu jelas sudah melampaui batas, wong dengan fasilitas yang ada sekarang aja banyak yang malas, gimana nanti?
Tapi dengan kontroversi DPR ini, kita juga ga boleh men-judge semua anggota DPR seperti itu. Karena masih banyak juga anggota dewan yang bekerja secara professional. Kalo mereka ikut dikritik, dihujat dan dicaci maki, mereka jadi terekan juga, dan menghambat proses kerja mereka. Jadi kita sebagai masyarakat juga jangan melulu mencaci lah, kita cari solusi yang terbaik untuk kemajuan bersama. Peace all!!
Jumat, 26 Maret 2010
Matikan Lampu, Nyalakan Masa Depan

Sebelumnya, mohon maaf karena gua jarang update blog. Penyebab utamanya adalah microblog yang membuat gua ketagihan (http://twitter.com). Tapi sekarang mau mulai aktif lagi nulis blog...
Tema kali ini adalah Earth Hour (lagi). Kenapa lagi? Dulu waktu Earth Hour 2009 udah pernah gua posting berkaitan dengan energi yang bisa dihemat dengan acara ini. Hematnya bisa sampai 300 megawatt (ngga pake 'i') dan itu cukup buat menerangi 900 desa. Di Earth Hour 2010 ini, pemerintah daerah udah menunjukkan partisipasi masing-masing. Menurut akun twitter Earth Hour Indonesia, pemerintah kota Jakarta dan pemerintah daerah Bali akan turut berpartisipasi. Berikut kutipan tweet dari EHindonesia
Hotel Le Meridien Jkt turut serta dalam Earth Hour 2010. Keep 'em coming! :) http://cot.ag/alF7jx #EHindonesia
7:00 PM Mar 25th via CoTweet
Titik-titik pemadaman Earth Hour: Aston Denpasar, Hard Rock Cafe Bali, Tugu Jogja, Gd. Sate Bandung, Jl. Dago. We want more!
about 3 hours ago via CoTweet
Nah dengan dukungan dari pemerintah ini, kita sebagai masyarakat sudah sepantasnya turut serta berpartisipasi dalam acara ini. Biasanya dari masyarakat muncul anggapan bahwa hal ini tidak terlalu berpengaruh. Padahal pengaruhnya jelas sangat besar.
Contoh, dalam satu rumah seluas 300 M2, ada 4 kamar tidur, 1 ruang keluarga, dan 1 ruang makan. Sehari-harinya anggota keluarga tersebut berada di dalam kamar masing-masing, sehingga 4 kamar itu lampu dan AC nya menyala. Nah coba saat earth hour, semua anggota keluarga berkumpul di ruang tengah, cukup menyalakan 1 lampu dan 1 AC. Jadi yang biasanya beban listrik 5 lampu dan 5 AC bisa dihemat. Misalkan lampu 20 watt dikali 4 sama dengan 80 watt, dan AC 500 watt dikali 4 sama dengan 2000 watt. Berarti satu rumah bisa hemat sekitar 2080 watt. Belum lagi kalau AC di ruang tengah dimatikan, jadi hanya 1 lampu yang menyala, jadi lebih hemat lagi.
Biasanya kalo di rumah gua seperti itu, pas earth hour hanya lampu ruang keluarga sama router yang dinyalakan. Jadi kegiatan terpusat di ruang tengah. masih bisa baca buku, masih bisa online pake laptop, dan masih banyak kegiatan lainnya.
Maka dari itu, dengan tulisan ini gua mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia, wabil khusus warga SMAIT Nurul Fikri yang baca tulisan ini untuk mendukung Earth Hour.
Jumat, 04 September 2009
Pulau Jawa digoyang, kenapa?
hmm, tanggal 2 September kmaren terjadi gempa dengan kekuatan yang cukup besar, 7.3 skala richter dengan pusat gempa di dekat tasikmalaya dan kedalaman 30 km dibawah permukaan laut. Pulau Jawa digoyang, dari tangerang sampe surabaya merasakan gempa, gw yang di depok juga merasakan. Lagi asik-asik buka facebook, tiba2 lantai bergetar, laptop terpaksa ditinggal deh, ga lama kemudian status orang-orang langsung berubah jadi GEMPA semua, hahaha.. kompak deh..
Kalo kita mau introspeksi diri, sebenernya gempa kmaren itu juga akibat manusia, walaupun secara tidak langsung. Terlalu banyak keburukan di negeri ini yang mengundang murka Allah swt. Kita sebagai warga negara Indonesia juga harus sama-sama membenahi diri. Akhirnya Malaysia kembali mengklaim gempa yang kemaren itu azab buat Indonesia. Kalo dipikir-pikir emang bener juga sih, tapi rasanya ga etis juga malaysia ngomong kaya gitu. Sudah seharusnya kita sama-sama berubah agar menjadi lebih baik lagi.
Mudah-mudahan, Allah melindungi negeri kita dari segala bencana dan malapetaka, amiin...
*ini cuma hasil pemikiran gw sebagai seorang pelajar
Selasa, 21 April 2009
Today is Earth Day.... !
Di hari bumi ini, cuaca masih gak jelas. Kayak kemaren siang puanaasss banget, sore tiba-tiba hujan deres, angin kenceng juga lagi... akibatnya di Jakarta banyak pohon tumbang dan kemacetan terjadi dimana-mana.
Tadi pagi di O Channel dibahas tentang hari bumi. Ada komunitas hemat listrik dan sahabat laut (lupa namanya, kalo ga salah marine buddy sama apa ya...). Sekarang di perkotaan itu justru banyak orang yang tidak peduli dengan lingkungan. Tadi dibilang yang banyak buang sampah sembarangan di jalanan itu orang-orang yang naik mobil mewah yang harganya diatas 600 juta-an. Waah gimana nih, kesadaran nya kurang banget.
Untuk mengatasi masalah ini yang kita perlukan hanyalah kesadaran dari diri sendiri, kalo semua mikir nya orang lain, "si itu juga ga peduli, si anu juga buang sampah sembarangan..." maka pasti ga akan ada perubahan.
Oke, di hari bumi ini mari kita mulai dari diri sendiri untuk membuat semuanya jadi lebih baik...
Rabu, 01 April 2009
Tragedi Situ Gintung, duka kita semua...
Jum'at dini hari, tanggal 27 Maret 2009, tanggul penahan air di Situ Gintung, Tangerang, Banten, jebol. Hingga saat ini korban sudah mencapai seratus orang, dan masih banyak korban yang belum ditemukan. Ini akibat lingkungan yang kurang terurus. Menurut aturan, seharusnya dalam radius 100 meter dari tanggul hanya boleh ada pepohonan, tidak boleh ada pemukiman padat penduduk.
Yang jelas, sekarang semua sudah terjadi, dan kita tidak bisa menyalahkan siapapun. Sepatutnya kita membantu mereka yang tertimpa musibah, bukannya menonton saja.
Saya lihat di berita akhir-akhir ini, banyak masyarakat yang berkunjung ke situ gintung hanya untuk melihat secara langsung lokasi yang terkena musibah. Bahkan ada yang berfoto, ada yang berdagang, dan tertawa-tawa. Padahal banyak yang sedang kesusahan.
Bantuan yang dapat kita berikan banyak sekali, minimal doa. Tetapi lebih baik jika kita menyumbang uang dan tenaga kita untuk membantu mereka. Bantuan uang bisa disalurkan melalui lembaga-lembaga tertentu, seperti Dompet Dhuafa Republika (http://www.dompetdhuafa.org/home.php)