Sabtu, 19 Juli 2008

Honda, The Power of Dreams




Honda pun tidak mau kalah dengan Toyota untuk menghadirkan konsep ramah lingkungan. Masuk ke stand Honda kita disambut oleh 'pohon-pohon' yang bergerak. Kondisi itu menggambarkan lingkungan sekarang yang sudah parah keadaannya. Di dalam dipamerkan sejumlah mobil Honda. CR-V, Accord, Civic, City, dan Jazz terbaru. Semua mobil ramah lingkungan dan irit BBM. Di tengah ada panggung besar untuk event-event Honda. Salah satu event nya adalah show Robot Asimo milik Honda, yang diadakan 3 kali sehari. Jam 13.00, 17.00, dan 18.30. Asimo adalah robot yang diciptakan Honda dengan kekuatan mimpi. Ya, keyakinan Honda tidak ada yang tidak bisa dengan The Power of Dream. Asimo dapat lari dengan kecepatan 6 km/h. Gerakannya sudah sangat mirip dengan manusia.
Di belakang panggung show Asimo, ada konsep miniatur rumah ramah lingkungan. Di atap rumah tersebut ada panel surya. Dengan panel surya energi yang dikumpulkan bisa untuk listrik, air panas, dan mengisi hidrogen mobil Honda FCX yang masih konsep. Sangat efisien dan ramah lingkungan. Untuk listrik tidak perlu bayar, air panas tidak perlu elpiji, dan mengisi bahan bakar bisa di rumah sendiri. Mudah-mudahan bisa segera terealisasi, agar lingkungan kita tetap terjaga. Pasti bisa, dengan The Power of Dream.

Toyota di IIMS 2008


IIMS kali ini Toyota menempati satu Plennary Hall JCC. Toyota menjadi salah satu vendor mobil yang peduli lingkungan. Itu terbukti dari langkahnya mengeluarkan Toyota Prius. Toyota Prius sudah pernah saya bahas di sini. Mobil ini menggunakan teknologi hybrid yang ramah lingkungan dan irit BBM. Di IIMS 2008 Toyota menghadirkan konsep mobil hybrid terbaru, yaitu FT-HS. Modelnya sangat modern dan futuristik. Tapi mobil ini masih konsep, jadi belum dijual bebas. Toyota juga memamerkan mobil lain seperti Yaris, Vios, Kijang Innova, Corolla Altis, Camry, Fortuner facelift, Land Cruiser, dan Alphard terbaru yang dibanderol sekitar 1,1 miliar rupiah. Semua mobil Toyota sudah memenuhi standar euro II sehingga ramah lingkungan. Bahkan Camry sudah memenuhi standar euro IV. Semua mobil sudah harus ramah lingkungan agar lingkungan tidak rusak.

IIMS 2008 ramah lingkungan

Indonesian International Motor Show ke-16 tahun 2008 ini sangat menarik, berkonsep go green dan hampir semua vendor mobil menyajikan konsep mobil yang ramah lingkungan. Seperti teknologi hybrid dari Toyota dan MiEV dari Mitsubishi. IIMS kali ini harga tiket masuknya Rp30.000 hari senin-kamis, dan Rp35.000 hari Jumat-Minggu. Mulai tanggal 12-20 Juli 2008. Saya ke sana tanggal 12 Juli, saat hari pertama dibuka, dan sudah ramai. Saya parkir di Hotel Sultan dan masuk ke JCC lewat jalan pintas yang ada di bawah hotel. Postingan saya selanjutnya akan membahas tentang IIMS 2008, selamat mengikuti!

Rabu, 09 Juli 2008

Tour de Java with Kijang




Tujuan kami ke Malang, Jawa Timur untuk mudik. Mobil yang kami naiki adalah Toyota Kijang LGX Diesel keluaran tahun 2002. Agar perjalanan menjadi nyaman, kami telah menata interior sedemikian rupa dengan mencopot jok tengah dan menempatkan berlapis-lapis bed cover agar menjadi empuk seperti kasur. Jok baris ketiga tetap dipertahankan agar tetap bisa duduk. Barang-barang kami seperti tas, koper, dan oleh-oleh kami taruh di bagasi belakang jok agar tidak mengganggu kenyamanan interior dalam. Pernah nggak Anda mudik atau jalan ke luar kota dengan mobil seperti ini? Saya rasa mobil sekelas Alphard pun tidak bisa membuat penumpangnya tidur-tiduran di dalamnya, hehehe....
Perjalanan kami mulai tanggal 14 Oktober 2007. Kami berangkat pagi agar tidak macet. Kami sempat singgah di beberapa kota diantaranya Ungaran dan Pekalongan untuk menunaikan Shalat dan makan. Dalam perjalanan ke Solo kami melewati jalan hutan seperti Weleri dan Alas Roban. Di sana gelap sekali. Untungnya mobil kami sudah diganti lampunya menggunakan xenon HDI, sehingga cahaya lampunya sangat terang. Memasuki kota Solo, kira-kira pukul 9 malam, kami memutuskan untuk menginap di kota batik tersebut.
Paginya, setelah energi kami pulih kami melanjutkan perjalanan ke Malang. Dari Solo ke Malang, ayah saya memilih rute yang cukup extreme, karena melawati jalan pegunungan dan berkelak-kelok. Jalanan seperti ini tidak masalah, karena mobil kami sudah diganti bannya menjadi ban untuk off-road. Kami berhenti di sebuah tempat wisata danau Sarangan, di kota Magetan. Magetan sudah masuk daerah Jawa Timur. Dari Magetan kami meneruskan perjalanan melalui kota Ngawi, Caruban, Nganjuk, kota kecil Kertosono, Kandangan, Pujon, lalu kota Batu. Kami singgah sebentar di sini untuk makan siang. Di kota Batu daerahnya seperti pegunungan, jalan berkelak-kelok dan sudah sangat dekat sekali dengan Malang. Akhirnya, sore hari menjelang maghrib kami sampai di Kota Malang, dan sampai di rumah Jalan Kawi no.48 Malang. Kami di sana sekitar 3 hari, berkumpul bersama keluarga, dan silaturahim ke rumah-rumah teman lama ayah saya di Malang juga.
Pulangnya, kami tidak menempuh rute seperti berangkat. Kami melewati jalur pantai utara (Pantura) yang biasa dilalui orang banyak. Biasanya, kalau kami ke luar kota pasti ayah saya sebagai komandan pejalanan memilih rute yang tidak biasa dilalui orang banyak. Tapi kali ini kami ingin cepat sampai rumah.
Perjalanan ini... Terasa sangat menyenangkan.....
Penggalan lagu Ebiet G. Ade yang diplesetkan di atas tepat untuk menggambarkan perjalanan kami sekeluarga. Toyota Kijang tangguh di segala medan, terutama yang diesel karena tidak rewel dan tidak mudah mogok. Konsumsi BBM tidak boros. Interior yang kami desain sendiri juga menjadikan perjalanan kami sangat nyaman. Kijang, memang tiada duanya...

Jumat, 04 Juli 2008

Udara bersih kemana?

Jalan Margonda raya, jalan protokol di kota Depok semakin sesak. Penyebab utama adalah angkutan umum yang sering ngetem di sembarang tempat. Ditambah lagi bus kota yang asapnya hitam, membuat udara semakin sesak. Pemkot seharusnya membatasi jumlah angkutan umum sehingga tidak menumpuk seperti di bogor. Dan usul saya agar dibuat car free day pada hari-hari tertentu, sehingga dapat mengurangi polusi udara. Tak terbayangkan jika kondisi ini terus berlangsung, lima tahun ke depan persentase udara bersih hanya tinggal sebagian kecil saja. Kepada Pemerintah pusat juga agar mengurangi pajak kendaraan hibrida. Seperti toyota Prius, dijual sekitar Rp450 juta. Menurut Toyota di luar negeri saja harganya tidak sampai 200 juta. Karena itu semua sekarang harus peduli lingkungan.

Mulai dari diri sendiri

Akhir-akhir ini ada iklan baru yang menggambarkan keadaan semua orang membuang dan memungut sampah ke tempatnya. Sampah memang harus dibuang pada tempatnya, jika tidak lingkungan akan rusak. Mulai dari bau sampah sampai banjir. Oleh karena itu kita harus mulai dari diri sendiri. Walaupun masih banyak orang yang buang sampah sembarangan, jangan kita ikuti. Bahkan kalau bisa peringatkan dia agar buang sampah pada tempatnya. Jika setiap orang buang sampah pada tempatnya, lingkungan akan jadi bersih, dan Jakarta dijamin bebas banjir..

Jumat, 25 April 2008

Hutan Lindung Dialih fungsikan?


Sudah cukup lama, berita ini terdengar. Bahkan sampai menyeret salah seorang anggota DPR ke dalam kasus, karena disinyalir 'goal' nya permintaan alih fungsi itu karena anggota komisi IV itu disuap. Tetapi di sini saya bukan mau menyinggung tentang kasusnya, tetapi tentang alih fungsi hutan lindung itu.

Ini ada artikel saya kutip dari: http://plinplan.com/general/26494/2008/04/10/alasan-dpr-setujui-alih-fungsi-hutan-lindung-bintan/

Alasan DPR Setujui Alih Fungsi Hutan Lindung Bintan

Jakarta - Alih fungsi hutan lindung di Pulau Bintan untuk pembangunan Bandar Sri Bintan sebagai ibukota Kabupaten Bintan disetujui Komisi IV DPR. Apa alasan Komisi Kehutanan ini akhirnya mengetok palu?

Proses alih fungsi hutan lindung tersebut sebenarnya telah berjalan selama dua tahun atas usulan Gubernur Kepri kepada Menhut. Selama kurun waktu itu, tim independen yang anggotanya ditunjuk Dephut melakukan kajian. Tim itu lalu mengeluarkan rekomendasi.

Isi rekomendasinya adalah fungsi hutan lindung tersebut pantas dialihkan. Hasil kajian tim independen itu lantas dilaporkan kepada Komisi IV DPR atas nama Menhut pada Januari 2008.

Ketua Komisi IV DPR Ishartanto mengatakan, Komisi IV sependapat dengan rekomendasi tim independen itu. Hutan lindung ribuan hektar itu pantas dialihfungsikan karena awalnya hutan tersebut merupakan kawasan perkampungan. Apalagi Komisi IV juga telah beberapa kali mekaukan kunjungan kerja ke kawasan hutan itu.

“Karena kepentingan ekonomi saat Orde Baru, maka dijadikan hutan lindung. Daerah tersebut dijadikan area penampungan air hujan sehingga menjadi waduk air tawar,” beber Is dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (10/4/2008).

Air tawar itu lantas dijual ke Singapura. Kala itu, Singapura dan Malaysia tengah terjadi perselisihan sehingga suplai air tawar ke Negeri Singa itu terganggu.

“Tapi sekarang kan Singapura sudah tidak masalah dengan pasokan air karena Siangapura dan Malaysia sudah baikan. Jadi proyek ini (waduk air tawar) sudah tidak visible,” tutur Is.

Alih status, imbuh dia, diawali dengan adanya pemekaran Kabupaten Bintan. Gubernur Riau pun telah meminta Menhut untuk mengkajinya. Dan sesuai UU No 41/ 1999, maka pelepasan fungsi hutan lindung harus mendapat persetujuan dari DPR, dalam hal ini Komisi IV DPR.

Diduga golnya alih fungsi hutan lindung tersebut menyeret anggota Komisi IV DPR Al Amin Nasution dalam kasus suap. Amin diciduk KPK pada Rabu 9 April pukul 02.00 WIB di Hotel Ritz Carlton. Turut diciduk bersamanya adalah Sekda Kabupaten Bintan Azirwan.

Barang bukti yang disita 'hanya' Rp 71 juta. Namun Al Amin mendapat janji mendapat Rp 3 miliar.
(nvt/nrl)

Menurut saya, walaupun proses permintaan tersebut sudah sesuai prosedur, tetap saja hutan lindung harus tetap dipertahankan. Karena hutan adalah 'paru-paru' dunia, yang jika semakin banyak, pemanasan global juga berkurang. Kasihan juga 'kan, penghuni dari hutan lindung itu kalau rumahnya digusur.