Rabu, 09 Juli 2008

Tour de Java with Kijang




Tujuan kami ke Malang, Jawa Timur untuk mudik. Mobil yang kami naiki adalah Toyota Kijang LGX Diesel keluaran tahun 2002. Agar perjalanan menjadi nyaman, kami telah menata interior sedemikian rupa dengan mencopot jok tengah dan menempatkan berlapis-lapis bed cover agar menjadi empuk seperti kasur. Jok baris ketiga tetap dipertahankan agar tetap bisa duduk. Barang-barang kami seperti tas, koper, dan oleh-oleh kami taruh di bagasi belakang jok agar tidak mengganggu kenyamanan interior dalam. Pernah nggak Anda mudik atau jalan ke luar kota dengan mobil seperti ini? Saya rasa mobil sekelas Alphard pun tidak bisa membuat penumpangnya tidur-tiduran di dalamnya, hehehe....
Perjalanan kami mulai tanggal 14 Oktober 2007. Kami berangkat pagi agar tidak macet. Kami sempat singgah di beberapa kota diantaranya Ungaran dan Pekalongan untuk menunaikan Shalat dan makan. Dalam perjalanan ke Solo kami melewati jalan hutan seperti Weleri dan Alas Roban. Di sana gelap sekali. Untungnya mobil kami sudah diganti lampunya menggunakan xenon HDI, sehingga cahaya lampunya sangat terang. Memasuki kota Solo, kira-kira pukul 9 malam, kami memutuskan untuk menginap di kota batik tersebut.
Paginya, setelah energi kami pulih kami melanjutkan perjalanan ke Malang. Dari Solo ke Malang, ayah saya memilih rute yang cukup extreme, karena melawati jalan pegunungan dan berkelak-kelok. Jalanan seperti ini tidak masalah, karena mobil kami sudah diganti bannya menjadi ban untuk off-road. Kami berhenti di sebuah tempat wisata danau Sarangan, di kota Magetan. Magetan sudah masuk daerah Jawa Timur. Dari Magetan kami meneruskan perjalanan melalui kota Ngawi, Caruban, Nganjuk, kota kecil Kertosono, Kandangan, Pujon, lalu kota Batu. Kami singgah sebentar di sini untuk makan siang. Di kota Batu daerahnya seperti pegunungan, jalan berkelak-kelok dan sudah sangat dekat sekali dengan Malang. Akhirnya, sore hari menjelang maghrib kami sampai di Kota Malang, dan sampai di rumah Jalan Kawi no.48 Malang. Kami di sana sekitar 3 hari, berkumpul bersama keluarga, dan silaturahim ke rumah-rumah teman lama ayah saya di Malang juga.
Pulangnya, kami tidak menempuh rute seperti berangkat. Kami melewati jalur pantai utara (Pantura) yang biasa dilalui orang banyak. Biasanya, kalau kami ke luar kota pasti ayah saya sebagai komandan pejalanan memilih rute yang tidak biasa dilalui orang banyak. Tapi kali ini kami ingin cepat sampai rumah.
Perjalanan ini... Terasa sangat menyenangkan.....
Penggalan lagu Ebiet G. Ade yang diplesetkan di atas tepat untuk menggambarkan perjalanan kami sekeluarga. Toyota Kijang tangguh di segala medan, terutama yang diesel karena tidak rewel dan tidak mudah mogok. Konsumsi BBM tidak boros. Interior yang kami desain sendiri juga menjadikan perjalanan kami sangat nyaman. Kijang, memang tiada duanya...

Jumat, 04 Juli 2008

Udara bersih kemana?

Jalan Margonda raya, jalan protokol di kota Depok semakin sesak. Penyebab utama adalah angkutan umum yang sering ngetem di sembarang tempat. Ditambah lagi bus kota yang asapnya hitam, membuat udara semakin sesak. Pemkot seharusnya membatasi jumlah angkutan umum sehingga tidak menumpuk seperti di bogor. Dan usul saya agar dibuat car free day pada hari-hari tertentu, sehingga dapat mengurangi polusi udara. Tak terbayangkan jika kondisi ini terus berlangsung, lima tahun ke depan persentase udara bersih hanya tinggal sebagian kecil saja. Kepada Pemerintah pusat juga agar mengurangi pajak kendaraan hibrida. Seperti toyota Prius, dijual sekitar Rp450 juta. Menurut Toyota di luar negeri saja harganya tidak sampai 200 juta. Karena itu semua sekarang harus peduli lingkungan.

Mulai dari diri sendiri

Akhir-akhir ini ada iklan baru yang menggambarkan keadaan semua orang membuang dan memungut sampah ke tempatnya. Sampah memang harus dibuang pada tempatnya, jika tidak lingkungan akan rusak. Mulai dari bau sampah sampai banjir. Oleh karena itu kita harus mulai dari diri sendiri. Walaupun masih banyak orang yang buang sampah sembarangan, jangan kita ikuti. Bahkan kalau bisa peringatkan dia agar buang sampah pada tempatnya. Jika setiap orang buang sampah pada tempatnya, lingkungan akan jadi bersih, dan Jakarta dijamin bebas banjir..

Jumat, 25 April 2008

Hutan Lindung Dialih fungsikan?


Sudah cukup lama, berita ini terdengar. Bahkan sampai menyeret salah seorang anggota DPR ke dalam kasus, karena disinyalir 'goal' nya permintaan alih fungsi itu karena anggota komisi IV itu disuap. Tetapi di sini saya bukan mau menyinggung tentang kasusnya, tetapi tentang alih fungsi hutan lindung itu.

Ini ada artikel saya kutip dari: http://plinplan.com/general/26494/2008/04/10/alasan-dpr-setujui-alih-fungsi-hutan-lindung-bintan/

Alasan DPR Setujui Alih Fungsi Hutan Lindung Bintan

Jakarta - Alih fungsi hutan lindung di Pulau Bintan untuk pembangunan Bandar Sri Bintan sebagai ibukota Kabupaten Bintan disetujui Komisi IV DPR. Apa alasan Komisi Kehutanan ini akhirnya mengetok palu?

Proses alih fungsi hutan lindung tersebut sebenarnya telah berjalan selama dua tahun atas usulan Gubernur Kepri kepada Menhut. Selama kurun waktu itu, tim independen yang anggotanya ditunjuk Dephut melakukan kajian. Tim itu lalu mengeluarkan rekomendasi.

Isi rekomendasinya adalah fungsi hutan lindung tersebut pantas dialihkan. Hasil kajian tim independen itu lantas dilaporkan kepada Komisi IV DPR atas nama Menhut pada Januari 2008.

Ketua Komisi IV DPR Ishartanto mengatakan, Komisi IV sependapat dengan rekomendasi tim independen itu. Hutan lindung ribuan hektar itu pantas dialihfungsikan karena awalnya hutan tersebut merupakan kawasan perkampungan. Apalagi Komisi IV juga telah beberapa kali mekaukan kunjungan kerja ke kawasan hutan itu.

“Karena kepentingan ekonomi saat Orde Baru, maka dijadikan hutan lindung. Daerah tersebut dijadikan area penampungan air hujan sehingga menjadi waduk air tawar,” beber Is dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (10/4/2008).

Air tawar itu lantas dijual ke Singapura. Kala itu, Singapura dan Malaysia tengah terjadi perselisihan sehingga suplai air tawar ke Negeri Singa itu terganggu.

“Tapi sekarang kan Singapura sudah tidak masalah dengan pasokan air karena Siangapura dan Malaysia sudah baikan. Jadi proyek ini (waduk air tawar) sudah tidak visible,” tutur Is.

Alih status, imbuh dia, diawali dengan adanya pemekaran Kabupaten Bintan. Gubernur Riau pun telah meminta Menhut untuk mengkajinya. Dan sesuai UU No 41/ 1999, maka pelepasan fungsi hutan lindung harus mendapat persetujuan dari DPR, dalam hal ini Komisi IV DPR.

Diduga golnya alih fungsi hutan lindung tersebut menyeret anggota Komisi IV DPR Al Amin Nasution dalam kasus suap. Amin diciduk KPK pada Rabu 9 April pukul 02.00 WIB di Hotel Ritz Carlton. Turut diciduk bersamanya adalah Sekda Kabupaten Bintan Azirwan.

Barang bukti yang disita 'hanya' Rp 71 juta. Namun Al Amin mendapat janji mendapat Rp 3 miliar.
(nvt/nrl)

Menurut saya, walaupun proses permintaan tersebut sudah sesuai prosedur, tetap saja hutan lindung harus tetap dipertahankan. Karena hutan adalah 'paru-paru' dunia, yang jika semakin banyak, pemanasan global juga berkurang. Kasihan juga 'kan, penghuni dari hutan lindung itu kalau rumahnya digusur.


Gunakan Sepeda!!


Sepeda adalah salah satu kendaraan yang digunakan dengan tenaga manusia, bukan mesin. Oleh karena itu, sepeda tidak mengeluarkan polusi sedikit pun, bahkan bisa membuat tubuh kita menjadi sehat. Teman-teman saya di sekolah pun, sekarang banyak yang berangkat dan pulang sekolah mengendarai sepeda, meskipun saya tidak ikut bersama mereka, karena letak rumah saya cukup jauh dari sekolah. Pemerintah seharusnya mendukung kampanye penggunaan sepeda untuk bepergian jarak dekat, karena dengan begitu akan mengurangi kemacetan yang menjadi masalah utama lalu lintas. Salah satu bentuk kepedulian pemerintah adalah dengan membuat jalur sepeda. Di Jakarta sebenarnya sudah ada daerah yang menjadi "Car Free Day" pada hari-hari tertentu, misalnya pada ruas Jalan Sudirman.

Selasa, 22 April 2008

Hari Bumi

Selasa, 22 April 2008. Hari ini tanggal 22 April, berarti sekarang Hari Bumi! Di hari bumi ini, di sekeliling saya masih banyak terlihat hal-hal yang merusak lingkungan seperti sampah dan polusi. Efek pemanasan global juga semakin terasa. Hari ini di Depok: Pagi hari cerah, siang hari mendung dan hujan deras, sore (sekitar jam 3-4) cerah, menjelang malam kembali mendung dan hujan. Perubahan cuaca sudah semakin ekstrim. Di hari bumi, berjanjilah untuk merawat lingkungan dan selamatkan bumi kita.
Selamat Hari Bumi!

Sabtu, 12 April 2008

Enam Handphone Impian Ramah Lingkungan

Core77, sebuah lembaga yang fokus di dunia desain, menggelar ajang Greener Gadget Design Competition. Bertempat di New York, Greener Gadget Competition menampung ide-ide seputar desain perangkat elektronik dan peralatan lainnya yang ramah lingkungan. Tak hanya adu desain, ajang ini juga menjadi tempat diskusi seputar isu perangkat elektronik dan lingkungan. Ada 3 hal yang menjadi pertimbangan dalam adu desain, yaitu energi alternatif, material, daur ulang, daya tahan, dan edukasi.
Dari sekian banyak desain yang masuk Greener Gadget Design Competition, ada beberapa peserta yang membuat konsep hape ramah lingkungan. Ada enam desain yang masuk menjadi nominasi, ide-idenya cukup menarik. Mau tahu seperti apa? Simak enam hape konsep ini (gambarnya di atas).

(dari majalah HandPHONE edisi 60, 15 April-14 Mei 2008)