Sabtu, 12 April 2008

Enam Handphone Impian Ramah Lingkungan

Core77, sebuah lembaga yang fokus di dunia desain, menggelar ajang Greener Gadget Design Competition. Bertempat di New York, Greener Gadget Competition menampung ide-ide seputar desain perangkat elektronik dan peralatan lainnya yang ramah lingkungan. Tak hanya adu desain, ajang ini juga menjadi tempat diskusi seputar isu perangkat elektronik dan lingkungan. Ada 3 hal yang menjadi pertimbangan dalam adu desain, yaitu energi alternatif, material, daur ulang, daya tahan, dan edukasi.
Dari sekian banyak desain yang masuk Greener Gadget Design Competition, ada beberapa peserta yang membuat konsep hape ramah lingkungan. Ada enam desain yang masuk menjadi nominasi, ide-idenya cukup menarik. Mau tahu seperti apa? Simak enam hape konsep ini (gambarnya di atas).

(dari majalah HandPHONE edisi 60, 15 April-14 Mei 2008)

Sabtu, 22 Maret 2008

Hari Air Sedunia

Hari air sedunia yang jatuh kemarin, 22 Maret 2008 diperingati oleh beberapa komunitas peduli lingkungan, berikut kutipan berita dari www.liputan6.com:

22/03/2008 12:39 Hari Air
Hari Air Sedunia Diperingati


Liputan6.com, Jakarta: Dalam rangka Hari Air Sedunia yang jatuh pada 22 Maret, Komunitas Peduli Air menggelar aksi membagikan air kepada pengguna jalan di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (22/3) pagi. Namun, banyak warga Ibu Kota yang tidak mengetahui kalau hari ini adalah Hari Air Sedunia. Kendati demikian, semua warga yang ditemui menyatakan setuju bahwa sumber daya air harus dijaga baik-baik.

Mici, gadis remaja asal Papua yang juga salah seorang relawan Komunitas Peduli Air, mengaku di daerah asalnya air bersih sangat sulit didapat. Di lain pihak, Mici mengamati masih terdapat pemborosan penggunaan air di berbagai tempat di dunia, termasuk di Indonesia. Karena itu, dia tergerak untuk mengingatkan warga sebangsa untuk lebih peduli terhadap ketersediaan air bersih.

Data Komunitas Peduli Air menunjukkan, saat ini lebih dari satu miliar warga dunia belum mendapat akses memadai ke air bersih. Bahkan, sebanyak 80 persen penyakit di negara berkembang disebabkan oleh kurangnya air bersih. Akibat pencemaran air pula sekitar 1,8 juta anak di seluruh dunia meninggal dunia karena diare setiap tahun. Bila sumber daya air tidak dirawat dengan baik, Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan pada tahun 2025 mendatang, 75 persen populasi dunia akan kesulitan mendapatkan air bersih.(ADO/Teguh Dwi Hartono)

Dari berita di atas, kita sebagai warga negara yang baik seharusnya ikut melakukan gerakan menghemat air. Sering sekali kita melihat orang yang boros air. Saat mencuci mobil misalnya, saat membersihkan dengan sabun air dibiarkan menyala, atau contoh lain saat menggosok gigi dan mencuci piring. Hal-hal seperti ini walaupun kecil, tetap harus diperhatikan agar cadangan air bersih tidak habis.
Kita juga masih banyak melihat orang yang menggunakan air sungai sebagai pusat kehidupan, untuk mencuci, mandi, bahkan buang air besar. Oleh karena itu, kita yang masih bisa menggunakan air bersih harus menghematnya dan jangan boros dalam menggunakannya. Selamat hari air, dan selamat menghemat!

Sabtu, 15 Maret 2008

Hape Bahan Limbah, Bencana Dicegah



Mari kita buat bumi kita ini makin lestari. Pokoknya kita usahakan sekuat tenaga agar kelangsungan ekosistem bisa berjalan dengan seimbang. Seruan seperti ini sebenarnya sudah berjalan dari dalam sekali. Namun sayangnya masih banyak pihak yang nampaknya kurang begitu peduli. Dari produsen elektronik misalnya, masih banyak yang memakai bahan korosif dan merusak lingkungan. Kebanyakan dari mereka juga bikin produk yang boros sumber daya alam. Hal ini memang rawan menjadikan bencana di masa depan seperti pemanasan global misalnya.
Nokia sebenarnya cukup peduli dengan isu lingkungan. Bahkan mereka membuat sebuah konsep hape yang unik. Konsep ini disebut Remade dan dibikin untuk menunjukkan kepedulian mereka terhadap lingkungan. Desain hape ini dipamerkan di Mobile World Congress 2008 di Barcelona. Intinya hape Remade ini memiliki bahan yang tidak diambil dari alam melainkan dari limbah.
Limbah-limbah seperti kaleng krupuk, ban bekas, botol kecap, dan bahkan kue bolu basi bisa jadi bahan utama sebuah hape. Tinggal didaur ulang saja dan simsalabim jadilah sampah itu bahan baku hape.
Ide seperti ini cukup brilian. Remade bisa menjadi inspirasi bagi vendor lain untuk membuat produk yang sama. Remade juga bisa menjadi satu solusi untuk mengatasi masalah sampah yang makin lama makin bikin pusing itu.
Nokia Remade ini memang bukan hanya satu dua bagian saja yang hasil daur ulang. Dijamin 100% bahan dari hape ini dulunya sampah. Setidaknya itu yang dijanjikan Pekka Kallasvuo, bos Nokia saat presentasi di Barcelona. Buat sebagian orang mungkin berita ini jadi berita bagus. Orang jadi terkesan karena ternyata pabrikan besar seperti Nokia ternyata cukup peduli sama isu lingkungan hidup. Tapi, ini bisa juga bakal dijauhin pasar. Bagi yang berpikiran sempit, dan itu nggak sedikit loh, hape kayak gini bisa bikin ilfil. Masak hape bahannya dari sampah.
Konsep menarik ini tampaknya perlu kampanye lanjutan dari pihak Nokia itu sendiri. Masyarakat juga perlu diyakinkan bahwa penggunaan materi bekas bukan berarti menurunkan kualitas produk itu sendiri. Selain itu juga Nokia sepatutnya ikutan berkampanye soal bahaya sampah yang terbengkalai.
Isu lingkungan hidup memang belum disadari betul oleh banyak orang. Tapi dengan adanya ide soal hape daur ulang ini memang bakal mengangkat diskusi yang lebih luas. Lewat diskusi ini berbagai kemungkinan untuk itu jadi bisa diwujudkan. Berharap deh teknologi Nokia ini bisa terwujud. Sekali lagi mari kita buat bumi ini makin lestari.

(dari majalah HandPHONE edisi 59 15 Maret-14 April 2008)

Kamis, 13 Maret 2008

Hujan Terus, Banjir Melanda Ibukota

Akhir-akhir ini, hujan terus mengguyur sebagian daerah di Indonesia, terutama di Ibukota Jakarta. Karena hujan yang terus menerus dan kurangnya daerah resapan air, maka terjadilah banjir. Sebenarnya Jakarta tempo dulu, masih banyak tanah lapang untuk daerah resapan air. Namun, seiring berkembang taraf kehidupan masyarakat Jakarta, maka mulai banyak dibangun pusat perbelanjaan, pertokoan maupun perumahan eksklusif yang bebas banjir. Tetapi semua itu malah membuat daerah resapan air menjadi berkurang. Taraf kehidupan masyarakat yang meningkat tidak dibarengi dengan kebijakan pemerintah daerah dalam masalah penataan kota.
Masalah ini harus diperhatikan, karena akan berpengaruh besar. Bayangkan jika Ibukota suatu Negara dilanda banjir, dan akses ke Bandara Internasional tertutup. Wisatawan mana yang mau ke Negara tersebut? Coba para pemerintah daerah menyusun rencana untuk memperbaiki daerahnya masing-masing agar masalah ini terselesaikan. Beberapa waktu lalu akses ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta tertutup karena banjir. Banjir disebabkan karena kurangnya daerah resapan, gorong-gorong (saluran air) yang terlalu kecil, dan sampah yang menghambat jalan air. Kapan Jakarta bisa benar-benar bebas banjir? Kita tunggu saja langkah Pemda berikutnya.

Minggu, 09 Maret 2008

Cuaca Tak Tentu

Kerasa gak sekarang, kalo cuaca udah gak jelas lagi? Siangnya panas banget, tiba-tiba sorenya ujan deres banget. Ini salah satu dampak pemanasan global juga. Iklim jadi berubah secara ekstrim atau tiba-tiba. Karena itu, kurangi hal-hal yang bisa menyebabkan pemanasan global sekarang juga. Semua tergantung kita juga, kalo mau bumi ini bersih dan nyaman, bantulah walau sekecil apapun. Ingat, sekecil apapun langkahmu pasti berpengaruh.

Kamis, 07 Februari 2008

Rokok, Ancaman Bagi Lingkungan dan Anak-anak

Semakin hari, semakin banyak orang yang merokok, padahal merokok itu ibaratnya cuma buang-buang duit aja. Gak cuma itu kerugian dari rokok, mulai dari kanker paru-paru, dan udara yang semakin tidak sehat juga mengancan lingkungan. Karena itu, bagi yang sudah terlanjur merokok, usahakan hentikan, dan yang belum pernah jangan coba-coba.
Saya paling benci kalo lagi naik angkot atau di tempat umum ada orang yang merokok. Orang itu nggak hanya merugikan dirinya sendiri, tetapi juga orang-orang disekitarnya. Orang-orang yang ada di sekitarnya ikut menghirup asap rokok yang sangat berbahaya. Si perokok pun kadang juga gak mau tahu, yang penting dia enak aja. Dari hasil pengamatan saya, orang yang merokok kebanyakan kalangan bawah (walau kalangan atas juga banyak). Dari supir angkot, supir bis, tukang becak, kuli bangunan, sampai pedagang handphone. Padahal mereka termasuk kalangan yang kurang mampu. Kalo sampai si perokok kena penyakit kanker kan bahaya tuh, udah gak punya duit, malah buang-buang duit buat dibakar. Kalo udah gitu, tunggu aja dijemput malaikat maut. Untuk kalangan atas, biar mereka punya duit, jarang juga yang bisa sembuh kalo udah kena paru-parunya. Karena itu, pikirlah lagi yang jernih, apa keuntungan dan kerugian merokok. Kalo lebih banyak kerugian, berusahalah untuk berhenti.
Sebenarnya saya juga berharap peranan pemerintah dalam hal ini. Beberapa waktu lalu sempat ada peraturan untuk dilarang merokok di tempat umum, dengan denda sekian juta. Tetapi tetap saja banyak yang gak peduli. Saya lihat di berita juga anak-anak SD dan SMP demo ke DPR karena mereka melihat anggota dewan banyak yang merokok saat sidang. Anak kecil aja tahu, kalo merokok itu gak baik, harusnya yang udah dewasa sadar. Dan anggota dewan secara gak langsung mencontohkan kepada masyarakat.
Harapan saya, undang-undang anti rokok diperkuat lagi, agar negeri ini bebas asap rokok.

Selasa, 08 Januari 2008

Kurangi Emisi Gas Buang

Menurut saya mungkin emisi gas buang kendaraan bermotor menjadi penyumbang terbesar pemanasan global. Karena itu, saya mengajak kepada Anda semuanya, mulailah kurangi kendaraan bermotor. Anda yang biasa berangkat ke kantor, sekolah, atau lainnya dengan kendaraan pribadi, mungkin bisa menggunakan kendaraan umum sebagai alternatif, karena jumlah kendaraan umum saja sudah cukup banyak, dan ditambah lagi dengan kepadatan lalu lintas ibukota tiap hari kerja.

Jadi jika Anda mencoba memulai menggunakan kendaraan umum, atau jalan kaki, atau naik sepeda, efek pemanasan global pun dapat dikurangi karena emisi gas buang juga berkurang.
Bagi yang ingin menggunakan mobil, pilih mobil yang sudah lolos uji emisi, atau kalau ada uang lebih pilih mobil berteknologi hybrid.